
PERDAGANGAN — Diklat Welding Foreman SMAW menjadi kesempatan bagi Bapak Zelpan Al Zikri, guru SMK Swasta Satrya Budi 1 Perdagangan, untuk memperkuat kompetensi kejuruan berbasis industri.
Bapak Zelpan Al Zikri mengikuti Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Kejuruan Upskilling & Reskilling Berbasis Industri Batch-4.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 6–19 Juli 2026.
Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik (BBPPMPV BBL) Medan menyelenggarakan program diklat tersebut.
Diklat Welding Foreman SMAW untuk Perkuat Kompetensi Guru
Dalam program Batch-4, Bapak Zelpan Al Zikri mengikuti pelatihan dengan judul “Welding Foreman SMAW”.
Program ini memberi kesempatan kepada guru untuk memperdalam kompetensi bidang pengelasan.
Guru SMK perlu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Pengetahuan tersebut dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan.
BBPPMPV BBL juga memiliki tugas untuk memfasilitasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan pada pendidikan vokasi. Informasi tersebut tercantum dalam tugas dan fungsi BBPPMPV BBL.
Guru Juga Perlu Terus Belajar
Pendidikan vokasi tidak hanya menuntut siswa menguasai keterampilan.
Guru juga perlu memperbarui pengetahuan dan kemampuan. Perkembangan industri terus menghadirkan teknologi dan standar kerja baru.
Karena itu, guru perlu mengikuti pelatihan yang sesuai dengan bidang keahliannya.
Melalui program Upskilling & Reskilling Berbasis Industri, guru mendapat kesempatan untuk memperkuat kemampuan profesional.
Pengalaman tersebut dapat guru terapkan dalam kegiatan pembelajaran. Siswa juga dapat memperoleh wawasan yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.
Pelatihan Guru Beri Dampak bagi Pembelajaran Siswa
Keikutsertaan Bapak Zelpan Al Zikri tidak hanya memberi manfaat bagi dirinya.
Pengetahuan baru dapat ia bagikan kepada rekan guru. Kompetensi tersebut juga dapat mendukung pembelajaran kejuruan di sekolah.
Siswa membutuhkan pembelajaran yang mengikuti perkembangan industri. Karena itu, guru perlu terus meningkatkan kemampuan.
SMK Swasta Satrya Budi 1 Perdagangan juga memiliki komitmen untuk mengembangkan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Sebelumnya, sekolah juga mengirim guru untuk mengikuti Diklat Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan SMK Batch 2.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sekolah terus membuka ruang bagi guru untuk belajar dan berkembang.
Guru dan Siswa Sama-Sama Mengembangkan Kompetensi
Sekolah tidak hanya mendorong siswa untuk meningkatkan keterampilan.
Guru juga perlu melakukan hal yang sama.
Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dan praktik. Guru mengikuti pelatihan untuk memperbarui kompetensi.
Keduanya memiliki tujuan yang sama. Sekolah ingin menciptakan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Budaya belajar tersebut juga mendukung penguatan pendidikan vokasi di sekolah.
Komitmen SMK Satrya Budi 1 Perdagangan
SMK Swasta Satrya Budi 1 Perdagangan berharap Bapak Zelpan Al Zikri dapat menerapkan hasil diklat dalam kegiatan pembelajaran.
Pengetahuan dan keterampilan dari pelatihan dapat memperkaya materi kejuruan.
Siswa juga diharapkan mendapat pengalaman belajar yang semakin dekat dengan praktik industri.
Sekolah akan terus mendorong guru mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kompetensi.
Guru-Guru SMK Swasta Satrya Budi 1 Perdagangan berkomitmen penuh memberikan pendidikan dan pembelajaran terbaik kepada seluruh siswa dan siswi.
Komitmen tersebut sekolah wujudkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Bagi SMK Swasta Satrya Budi 1 Perdagangan, guru juga harus terus belajar. Dengan kompetensi yang terus berkembang, guru dapat membimbing siswa menjadi lulusan yang siap menghadapi dunia kerja.










Komentar Terbaru