
Perdagangan, Simalungun — Siswa SMK Swasta Satrya Budi 1 Perdagangan memanfaatkan sampah organik berupa dedaunan di lingkungan sekolah untuk membuat pupuk kompos. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 22 September 2026. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa sampah organik tidak selalu menjadi limbah yang harus dibuang. Dengan pengolahan yang tepat, dedaunan kering dapat menjadi pupuk yang berguna bagi tanaman.
Mengolah Sampah Daun Menjadi Pupuk Organik
Sampah organik, terutama dedaunan yang terkumpul di area sekolah, menjadi bahan utama dalam pembuatan pupuk kompos. Siswa memanfaatkan bahan alami tersebut agar lingkungan sekolah tetap bersih dan sampah memiliki nilai guna.
Pupuk kompos merupakan pupuk organik yang dihasilkan melalui proses penguraian bahan-bahan alami oleh mikroorganisme. Pupuk ini membantu memperbaiki kondisi tanah serta menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh.
Dengan mengolah dedaunan menjadi kompos, siswa turut mempelajari cara sederhana mengurangi sampah organik. Kegiatan ini juga mengenalkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan melalui kebiasaan sehari-hari.
Kompos untuk Tanaman Bunga dan Kebun Sekolah
Pupuk kompos yang dihasilkan direncanakan untuk digunakan pada tanaman bunga di area sekolah. Selain itu, sekolah juga merencanakan pemanfaatan kompos sebagai media tanam bagi tanaman cabai, tomat, dan kangkung dalam pot.
Rencana tersebut membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar merawat tanaman secara langsung. Siswa dapat mengenal proses pengolahan bahan organik, persiapan media tanam, hingga perawatan tanaman.
Penanaman sayuran dalam pot juga dapat menjadi kegiatan praktik yang sederhana dan bermanfaat. Selain memperindah lingkungan, kegiatan ini dapat memperkenalkan budidaya tanaman dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar sekolah.
Menumbuhkan Kepedulian terhadap Lingkungan
Pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos menunjukkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan dapat berjalan seiring dengan kegiatan pembelajaran. Siswa tidak hanya memahami manfaat kompos secara teori, tetapi juga mengenal penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, SMK Swasta Satrya Budi 1 Perdagangan mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap kebersihan, mengurangi sampah, dan memanfaatkan bahan alami secara bijak.
Harapannya, kebiasaan mengolah sampah organik dapat terus dikembangkan di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan langkah sederhana seperti memanfaatkan dedaunan menjadi kompos, siswa dapat ikut menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan produktif.










Komentar Terbaru